Cari Blog Ini

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Featured post

Mengenal Asperger's Syndome

Oleh: Alloysius Hanung Rumekso, Psi. SpN Edu Alif (7 tahun)-bukan nama sebenarnya, tampak sehat dan cerdas masuk ke ruang praktek s...

Senin, 26 Agustus 2019

Tetap "Sabar" dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

oleh: Alloysius Hanung Rumekso, Psi. SpN Edu


sumber: istockphoto

Banyak orang mengira dan beranggapan bahwa mengurus atau menghadapi anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. 

Bahkan, orang tua dari anak berkebutuhan khusus sendiri sering kali merasa kuawalahan dan harus berjuang serta berusaha untuk tetap sabar dan bisa menghadapi kondisi anaknya.

Ketika kita berperan sebagai pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus, kita tentunya harus menunjukkan komitmen yang besar dan iklhas. Hal ini juga akan dapat memberikan manfaat bagi kita untuk bisa mengubahkan karakter dan emosional kita. Secara emosi dan karakter kita akan ditempa untuk lebih sabar dan lembut dalam menghadapi setiap masalah dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Berikut tips yang dapat kita pelajari bagaimana cara untuk lebih bersabar dalam menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus :


1. Berinteraksilah dengan Anak dalam cara yang "Positif".
Image result for special needs child / anak berkebutuhan khusus photo stock
sumber: shutterstock.com

Anak-anak berkebutuhan khusus terkadang kesulitan dalam mengikuti petunjuk dan instruksi dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Untuk itu, jelaskan petunjuk pengerjaan tugas atau aktivitas dengan perlahan dan jelas sesuai dengan karakteristik gangguannya. Instruksi verbal yang berlebihan dan berulang-ulang kadang akan membuat diri kita dan anak berkebutuhan khusus kita makin frustasi.

Kita dapat membantu anak tersebut agar dapat berfokus mengerjakan tugas dengan duduk bersama mereka dan menunjukkan atau menjelaskan petunjuk pengerjaan dengan perlahan dan jelas dengan singkat dan bahasa yang sederhana. Jangan gunakan bahasa yang panjang dan bertele-tele. Jagalah kontak mata dengannya ketika kita menjelaskan petunjuk, serta tunjukkan ekspresi wajah dengan jelas dan tetap tenang/rilex. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu keras padanya. Beberapa Anak Berkebutuhan Khusus juga terkadang kesulitan dalam membaca ekspresi wajah kita, serta petunjuk-petunjuk lisan/verbal atau gesture fisik kita.

instruski aktivitas anak berkebutuhan khusus
sumber: facebook.com/alloysius.rumekso



Kita mungkin perlu menggambarkan petunjuk instruksi atau tugas untuk menunjukkan padanya cara melakukan aktivitas tersebut. Kita dapat melakukannya dengan membuat gambar-gambar sederhana berupa PECS seperti stick figure (gambar orang sederhana dengan bentuk dasar garis), atau gambar bergaya komik-strip dengan figur atau karakter yang lebih mendetail bahkan tulisan (jika anak sudah mampu membaca).

Penggunaan media visual dengan gambar atau tulisan diperlukan untuk pemahaman perintah dan mempertahankan atensinya. Jangan takut gambar kita dianggap jelek atau kita minder karena kita tidak mampu menggambar. Gambar atau media visual akan membantu anak untuk fokus dan memahami perintah secara terstruktur.

Lakukan secara terstruktur dalam bentuk flowcart atau gambar PECS.



flowchart langkah anak berkebutuhan khusus
sumber: facebook.com/alloysius.rumekso


2. Cari tahu dan pelajarilah cara yang lebih disukai anak untuk berkomunikasi dengan kita.

Ada baiknya kita mengamati cara anak tersebut berkomunikasi dengan kita dan orang-orang di sekitarnya. Beberapa anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan untuk mengutarakan ketidaknyamanan atau kebutuhannya dalam kata-kata. Mereka justru menggunakan isyarat fisik, seperti menyentuh lengan, menarik tangan atau melambaikan tangannya sebagai gesture penolakan dan komunikasi lainnya. Beberapa anak juga lebih senang membuat gestur wajah pada kita untuk menunjukkan bahwa mereka membutuhkan sesuatu atau mencoba mencari tahu cara melakukan sesuatu. Menggali informasi dari orang tua akan memperkaya kita dalam memahami isyarat yang ditunjukkan oleh anak, sehingga kita mendapatkan informasi yang tepat untuk mengetahui cara berkomunikasi yang terbaik dengan si anak.

Jangan mendorong, mencubit, memukul (physical abuse) atau berteriak (verbal abuse) pada anak karena bentuk komunikasi tersebut sering kali membuat anak ketakutan dan lebih tertekan. Tindakan agresif pada anak pun perlu dihindari karena biasanya tidak efektif dan akan menyisakan traumatis psikologis.

3. Gunakanlah isyarat suara, visual, dan sentuhan.

Jika kita tidak yakin dengan cara berkomunikasi yang lebih disukai oleh anak, kita dapat mencoba menggunakan isyarat suara, visual, dan sentuhan. Cobalah ulang beberapa kata atau frasa untuk menenangkannya ketika ia mulai gelisah atau mengamuk. Ucapan frasa-frasa tersebut. (mis. “tetap tenang”, "fokus ya...", "pasti bisa",dll). Gunakan nada yang rendah dan tenang serta buat secara berirama agar anak tersebut merasa lebih tenang. Kita juga perlu memberikan pujian dan apresiasi ketika respon mulai dilakukan oleh anak. (Mis. "Yesss bisa...", "good!", "pintar", dll) atau kita mencoba bertepuk tangan, bersiul, dan bersenandung untuk mengapresiasi usahanya.

Kita juga bisa menggunakan isyarat visual untuk menenangkan anak dan mengajarkannya cara berperilaku di tempat umum. Cobalah buat gambar yang menggambarkan perilaku atau sikap tenang, fokus, mendengarkan, atau duduk diam, lalu tunjukkan gambar tersebut padanya untuk mendapatkan perhatiannya. Seiring berjalannya waktu, ia akan memahami bahwa gambar-gambar tertentu memiliki makna tertentu, dari mulai bersikap tenang, diam, pergi ke kamar mandi, sampai bersiap untuk tidur.

Isyarat sentuhan (mis. dengan menyentuh bahu, dagu atau pipi anak) juga dapat menjadi cara yang tepat untuk menarik perhatiannya. Kita juga bisa memberikan objek untuk disentuh atau dipegang oleh anak sebagai cara untuk menenangkannya dan memfokuskan perhatiannya pada aktivitas-aktivitas yang menenangkan. Sebagai contoh, cobalah berikan selimut yang terbuat dari material halus atau mainan lentur dan lembut (mis. boneka, squise, Slime,dll) yang dapat ia mainkan agar ia sibuk mengerjakan sesuatu yang aman dan menyenangkan, namun yang perlu diingat, jangan gunakan materi yang membuatnya stimming karena hal ini akan menimbulkan SSB (Self Stimulation Behavior) - perilaku stimulasi diri yang mencandu.

4. Coba penuhi atau sesuaikan kebutuhan khusus anak, bukan melawan atau menolaknya.

Kita mungkin berusaha keras untuk mengendalikan perilaku anak (terutama di tempat-tempat umum atau terhadap orang lain) dan merasa kesal ketika kita tidak dapat mengendalikannya karena kebutuhan khususnya. Akan tetapi, daripada melawan atau menolak kebutuhan khususnya, cobalah cari cara untuk memenuhi kebutuhan khususnya. Dengan begitu, kita dapat melihat kebutuhan khususnya sebagai tantangan, bukan halangan atau masalah yang perlu diselesaikan.

Sebagai contoh, daripada merasa kesal karena anak dengan sindrom Down / Autisme yang kesulitan untuk berbicara atau mengekspresikan kebutuhannya secara verbal, cobalah cari cara lain untuk membantunya berkomunikasi. Kita dapat memotret langkah demi langkah cara berpakaian atau mandi yang benar. Kemudian tunjukkan foto-foto tersebut dalam bentuk squence seriation (berurutan) agar ia memahami cara berpakaian atau cara mandi dengan benar. Urutan Foto dapat ditempelkan dikamar mandi setelah dilakukan pemahaman secara konsisten. 

Kita juga dapat mengulangi frasa-frasa tertentu secara konsisten agar ia bisa mendengar dan mengingat frasa-frasa tersebut. Sebagai contoh, cobalah katakan "minta/mau", "terima kasih",“Selamat pagi” dll. Secara konsisten anak akan terpola dan menggunakannya sesuai frase dan kondisi yang kita ajarkan.


5. Gunakan Reinforcement atau Pujilah dan rayakan pencapaian yang ia tunjukkan, meskipun kecil.
image result for happy child reinforcement photostock
sumber: shuttersstock.com
Berfokuslah pada aspek-aspek positif anak dengan mengenali dan mengakui pencapaiannya, meskipun pencapaiannya terbilang kecil atau tidak signifikan. Sebagai contoh, pencapaian tersebut dapat berupa momen ketika anak berhasil mengucapkan kata atau kalimat pertamanya secara lengkap atau ketika ia berhasil memahami permintaan atau perintah orang lain di tempat atau lingkungan yang baru dan menantang. Tunjukkan padanya bahwa kita menghargai usahanya melalui gestur wajah atau ekspresi dan bahasa yang positif.
flowchart langkah anak berkebutuhan khusus
sumber: facebook.com/alloysius.rumekso


Kita dapat menghargai anak dengan memberikannya hadiah atau makanan kecil, atau membawanya jalan-jalan atau main dalam permainan yang menyenangkan. Ini dapat membantu membangun kepercayaan dirinya dan mengingatkan kita akan banyaknya aspek positif yang didapatkan dari pola asuh kita pada anak berkebutuhan khusus.

Semoga bermanfaat🙏🙏🙏

Minggu, 11 Agustus 2019

Berpergian Aman Nyaman bersama Anak Berkebutuhan Khusus Menggunakan Pesawat Terbang

Photography, Photo, stock, Getty Images, aviation, airline, airplane, plane, flight, transporation, airport msnbc
sumber: getty images stock
Bagi sebagian orang, kebiasaan mudik sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Meski mendatangkan sedikit merepotkan namun keinginan untuk bersilaturahmi mengalahkan segalanya. Semoga bisa bermanfaat.

Bagi orangtua yang memiliki anak autistik, perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang menjadi PR tersendiri yang tampak rumit. Namun sebenarnya tidaklah seperti yang kita bayangkan jika kita mampu mempersiapkan dan sedikit belajar untuk melakukan Discrete Trial Training (DTT)-nya secara konsisten dan terstruktur.


Perjalanan mudik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya Autistik akan lancar bila kita tahu kiat-kiatnya. Mudik aman, si kecil pun akan nyaman. Melengkapi informasi gambar yang diposting oleh Ibu Rosita Simin melalui Facebook tanggal 23 april 2019, saya mencoba membantu menambahkan dan menguraikan lewat tulisan singkat ini sebagai tips singkat yang mudah dipahami. 



Berikut tipsnya buat orang tua Autistik saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat:

1. Persiapkan anak melalui pemahaman konsep jauh-jauh hari sebelum pemberangkatan mudik. Persiapan pemahaman konsep dapat berupa sosial story melalui sequence (urutan gambar dan simbol). Gunakan juga bantuan visual berupa foto tentang alur perjalanan dan kondisi/situasi dibandara atau didalam pesat.


2. Ajarkan ekspektasi perilaku selama dibandara atau dalam perjalanan di dalam pesawat melalui sosial rule. Apa yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan menggunakan struktur visual PECS atau compic yang mudah dipahami.



3. Pilihlah jadwal penerbangan yang mendekati waktu tidur anak, agar saat pesawat akan lepas landas anak sudah mulai mengantuk.



4. Persiapkan materi benda atau mainan kesukaan anak, agar di dalam pesawat anak asik memainkan benda tersebut sebagai pengalihan distraksi.



5. Usahakan sebelum pemberangkatan atau naik pesawat anak sudah mendapatkan asupan makanan, sehingga di dalam pesawat anak tidak rewel atau marah karena lapar.


6. Gunakan earplug atau headset (untuk mendengarkan musik kesukaannya) saat akan tinggal landas untuk mengurangi distraksi suara mesin pesat yang asing dan mengganggu.

7. Bila anak masih di bawah tiga tahun, peluk anak saat take off.

8. Peluk atau rangkul anak ketika anak mengalami meltdown (merasa tidak nyaman).

9. Usahakan sebelum naik pesawat periksa diapers anak, agar anak merasa nyaman, atau usahakan buang air terlebih dahulu sebelum naik pesawat.

10. Ketika naik pesawat usahakan yang terakhir, sehingga anak tidak menunggu lama di dalam pesawat, dan mengurangi mengantri saat di dalam pesawat.

11. Persiapkan makanan kecil atau minuman kesukaan si anak, untuk bisa mengalihkan perhatiannya.

12. Apabila anak panik atau menangis, sebagai orangtua jangan ikut terpancing panik dan jangan banyak bersuara, karena hanya akan menambah kepanikan dan pusing bagi anak. Tetaplah tenang, memeluk atau merangkul anak, atau berikan sentuhan fisik berupa elusan atau sesuatu yang menenangkan.

Tetap dapatkan kabar terbaru dari kami!