Cari Blog Ini

Gambar tema oleh MichaelJay. Diberdayakan oleh Blogger.

Featured post

Mengenal Asperger's Syndome

Oleh: Alloysius Hanung Rumekso, Psi. SpN Edu Alif (7 tahun)-bukan nama sebenarnya, tampak sehat dan cerdas masuk ke ruang praktek s...

Minggu, 11 Agustus 2019

Berpergian Aman Nyaman bersama Anak Berkebutuhan Khusus Menggunakan Pesawat Terbang

Photography, Photo, stock, Getty Images, aviation, airline, airplane, plane, flight, transporation, airport msnbc
sumber: getty images stock
Bagi sebagian orang, kebiasaan mudik sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Meski mendatangkan sedikit merepotkan namun keinginan untuk bersilaturahmi mengalahkan segalanya. Semoga bisa bermanfaat.

Bagi orangtua yang memiliki anak autistik, perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang menjadi PR tersendiri yang tampak rumit. Namun sebenarnya tidaklah seperti yang kita bayangkan jika kita mampu mempersiapkan dan sedikit belajar untuk melakukan Discrete Trial Training (DTT)-nya secara konsisten dan terstruktur.


Perjalanan mudik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya Autistik akan lancar bila kita tahu kiat-kiatnya. Mudik aman, si kecil pun akan nyaman. Melengkapi informasi gambar yang diposting oleh Ibu Rosita Simin melalui Facebook tanggal 23 april 2019, saya mencoba membantu menambahkan dan menguraikan lewat tulisan singkat ini sebagai tips singkat yang mudah dipahami. 



Berikut tipsnya buat orang tua Autistik saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat:

1. Persiapkan anak melalui pemahaman konsep jauh-jauh hari sebelum pemberangkatan mudik. Persiapan pemahaman konsep dapat berupa sosial story melalui sequence (urutan gambar dan simbol). Gunakan juga bantuan visual berupa foto tentang alur perjalanan dan kondisi/situasi dibandara atau didalam pesat.


2. Ajarkan ekspektasi perilaku selama dibandara atau dalam perjalanan di dalam pesawat melalui sosial rule. Apa yang bisa dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan menggunakan struktur visual PECS atau compic yang mudah dipahami.



3. Pilihlah jadwal penerbangan yang mendekati waktu tidur anak, agar saat pesawat akan lepas landas anak sudah mulai mengantuk.



4. Persiapkan materi benda atau mainan kesukaan anak, agar di dalam pesawat anak asik memainkan benda tersebut sebagai pengalihan distraksi.



5. Usahakan sebelum pemberangkatan atau naik pesawat anak sudah mendapatkan asupan makanan, sehingga di dalam pesawat anak tidak rewel atau marah karena lapar.


6. Gunakan earplug atau headset (untuk mendengarkan musik kesukaannya) saat akan tinggal landas untuk mengurangi distraksi suara mesin pesat yang asing dan mengganggu.

7. Bila anak masih di bawah tiga tahun, peluk anak saat take off.

8. Peluk atau rangkul anak ketika anak mengalami meltdown (merasa tidak nyaman).

9. Usahakan sebelum naik pesawat periksa diapers anak, agar anak merasa nyaman, atau usahakan buang air terlebih dahulu sebelum naik pesawat.

10. Ketika naik pesawat usahakan yang terakhir, sehingga anak tidak menunggu lama di dalam pesawat, dan mengurangi mengantri saat di dalam pesawat.

11. Persiapkan makanan kecil atau minuman kesukaan si anak, untuk bisa mengalihkan perhatiannya.

12. Apabila anak panik atau menangis, sebagai orangtua jangan ikut terpancing panik dan jangan banyak bersuara, karena hanya akan menambah kepanikan dan pusing bagi anak. Tetaplah tenang, memeluk atau merangkul anak, atau berikan sentuhan fisik berupa elusan atau sesuatu yang menenangkan.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Tetap dapatkan kabar terbaru dari kami!